Tampilkan postingan dengan label gunung krakatau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gunung krakatau. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Mei 2013

gunung krakatau 1883

Kisah Gunung Krakatau 1883 


Lukisan Gunung Krakatau

Lebih Hebat dari Bom Atom
anggal 27 Agustus adalah hari ketika terjadinya letusan dahsyat Krakatau yang sempat menggoncangkan seluruh dunia. Pada tanggal 27 Agustus 1883, bertepatan dengan hari Minggu, dentuman pada pukul 10.02 terdengar di seluruh wilayah Nusantara, bahkan sampai ke Singapura, Australia, Filipina, dan Jepang.
Bencana yang merupakan salah satu letusan terhebat di dunia itu sempat merenggut sekitar 36.500 jiwa manusia.
Kegiatan dimulai dengan letusan pada tanggal 20 Mei 1883, waktu kawah Perbuatan memuntahkan abu gunung api dan uap air sampai ketinggian 11 km ke udara. Letusan ini walaupun terdengar sampai lebih dari 350 km (sampai Palembang), tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Gunung Anak Krakatau

Letaknya di tengah laut di perairan Selat Sunda, serta asal usul terbentuknya  menjadikan Gunung Anak Krakatau terlihat berbeda dan istimewa dari gunung-gunung lainnya. Hal itu pula yang membuat saya tertarik untuk melakukan perjalanan ke sana.

Pagi itu Minggu, (24/2/2013) sebelum matahari terbit kami harus segera bangun untuk mempersiapkan diri melakukan perjalanan dari Pulau Sebesi tempat kami bermalam menuju Gunung Anak Krakatau. Waktu belum menunjukkan pukul 04.00 WIB semua anggota rombongan sudah berada di dalam kapal dan siap mengarungi lautan. Angin berhembus kencang, lautan masih terlihat gelap, suasana di dalam kapal pun sunyi, sebagian dari kami memilih melanjutkan tidurnya. Kapal yang membawa kami masih terombang-ambing di lautan lepas, terhuyung ke kiri ke kanan, semakin lama goyangannya semakin terasa kencang “braaaak'' kapal menabrak ombak. Goncangannya mengagetkan kami, menyiutkan nyali, menaikkan adrenalin disusul teriakan-teriakan kami. Masing-masing segera mengambil posisi tidur, merebahkan badan adalah cara terbaik untuk mengurangi rasa mual. Suasana kembali sepi hanya berdoa dan berfikir positiflah yang dapat kami lakukan. Kapal ini sudah berlayar cukup lama, normalnya perjalanan dari Pulau Sebesi menuju Gunung Anak Krakatau dapat ditempuh selama 2 jam. Tapi inilah alam kita tidak dapat memprediksinya. Akhirnya sampai juga kapal ini menyentuh bibir pantai Gunung Anak Krakatau. Matahari sudah terlihat bersinar, ada kapal kayu kecil yang siap mengevakuasi kami menuju daratan.

Gunung Krakatau Meletus

Sejarah Meletusnya Gunung Krakatau


Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sundaantara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dantsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasanSamudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australiadan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.

Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langitNorwegia hingga New York.

Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusanGunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh pada masa ketika populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...